Masa Putih Abu-Abu
Oleh : Rina Dewi Paramitha


Hai kenalin, namaku Anisa Citra
Dewi, kalian bisa manggil aku Anisa
Aku adalah anak remaja kelas 2 SMA
yang bersekolah di salah satu SMA ternama didaerahku.
Dalam kesempatan kali ini, aku
ingin berbagi sedikit cerita tentang diriku yang sempat menjadi pengagum
rahasia laki-laki yang berbeda satu angkatan diatasku, yaitu kelas 3 SMA
Baik langsung saja…
Aku(Anisa) adalah anak remaja SMA
yang biasa-biasa saja, tidak begitu cantik seperti teman-temanku, memiliki
kulit sawo matang, dan cukup berisi. Aku merupakan pengagum rahasia dari
laki-laki yang kulihat di lapangan basket sekolah sore itu. Saat itu dia sedang
bermain basket bersama teman-temannya, dan entah mengapa pandanganku terus
terarah kepadanya.
Iya, dia memang laki-laki tampan,
yang berkulit putih, tinggi dan merupakan salah satu siswa berprestasi
disekolahku. Saat itu aku belum mengetahui namanya, karna bagiku itu bukanlah
hal yang penting.
Hari senin saat upacara bendera
selesai, seluruh siswa tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan upacara, karena
akan ada acara penyerahan piala serta piagam bagi siswa/i yang mendapat juara
dalam OLYMPIADE bulan lalu.
Setelah beberapa siswa/i maju
kedepan untuk menerima piala dan piagam, pembawa acara mengumumkan nama siswa/i
terakhir yang dipersilahkan maju kedepan untuk menerima penghargaan tersebut,
dan tak terduga, penerima piala dan piagam terakhir itu adalah dia yang kulihat
dilapangan basket. Aku terkejut, karena selain tampan ternyata dia pintar juga.
Dan ternyata namanya adalah adalah
Reyhan Wijaya atau teman-temannya biasa memanggilnya Rey agar singkat. Dia
adalah siswa kelas XII MIPA 1 dan juga merupakan kapten dari tim basket putra
disekolahku.
Ntah mengapa semakin hari aku
semakin sering melihatnya, dan seperti biasa pandanganku terus menuju padanya.
Hari itu adalah hari sabtu, dan seperti
biasa sepulang sekolah semua siswa masih harus mengikuti ekstrakulikuler yang
mereka pilih. Kebetulan aku menyukai musik, jadi aku memilih ekstrakulikuler
seni musik. Ini adalah pertemuan ketiga ekstra musikku, setelah beberapa kali
tidak ekstra karena pembimbingnya ada kegiatan penting.
Sungguh tak kusangka, saat semua
siswa sudah berkumpul diruangan musik, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki
dengan tergesa-gesa sambil mengatakan, “Maaf buk, saya telat” padahal saat itu ekstra
belum dimulai.
Aku terkejut, dan berkata dalam
hati “Ini bukannya kak Rey ? Dia ikut ekstra musik juga ?” Setelah kutanya
temanku Dinda yang duduk bersama denganku disana, ternyata iya benar kak Rey
memang mengikuti ekstra musik dan ini merupakan pertemuan ekstranya yang
pertama karena dulu dia sibuk dengan kegiatan PORSENI. Pantas saja aku tidak
pernah melihatnya saat ekstra.
Setelah beberapa kali ekstra musik,
akhirnya aku dan kak rey bisa akrab, dia orangnya baik dan juga menyenangkan,
awalnya sih aku kira dia sombong dan tidak mau berteman dengan wanita
sepertiku, tapi ternyata penilaianku salah hehe.
Kak Rey pintar dalam bermain gitar
dan juga memiliki suara yang indah saat bernyanyi, wanita mana yang tidak jatuh
hati saat melihat dia menyanyi, aku rasa semua wanita selalu tersenyum-senyum
sendiri saat melihat dia menyanyi, selain suara dan juga iringan gitarnya yang
indah, tatapan matanya saat bernyanyi sungguh dalam dan dia sepertinya sangat
menjiwai lagu yang dinyanyikannya.
Saat itu buk Wati akan mengambil
nilai nyanyi duet, dan yang memilih pasangannya adalah buk Wati sendiri. Aku
sudah pasrah, ntah bersama siapa pasanganku nanti, aku akan menerimanya saja.
Memilih pasangannya dengan cara
diundi, nama siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan, dan akan diambil
bersamaan nantinya.
Saat diundi, aku adalah nama undian
siswa perempuan pertama yang diucapkan oleh buk Wati, lalu selanjutnya disusul
dengan nama siswa laki-laki. Sungguh jauh dari bayangan, nama undian siswa
laki-laki pertama yang diucapkan oleh buk Wati adalah kak Rey. Aku sungguh
terkejut, dan tak menyangka bahwa dia adalah pasangan duet ku nanti. Aku
berusaha agar tetap terlihat berekspresi seperti biasanya, walau sebenarnya aku
sangat sangat senang!!!
Saat namanya diucapkan setelah
namaku, kak Rey melihat kearahku dan tersenyum, lalu kubalas dengan senyum
juga. Jujur aku memang sangat senang tapi aku juga merasa agak minder, karena
kak Rey memiliki suara yang bagus sedangkan aku biasa-biasa saja.
Karena akan adanya penilaian duet
tersebut, secara tidak langsung aku dan kak Rey semakin akrab, karena kami harus
selalu latihan agar dapat menampilkan yang terbaik saat penilaian nanti.
Saat-saat latihan itu merupakan
saat-saat yang takkan pernah aku lupakan. Kami saling mengajari satu sama lain.
Pada saat-saat itulah aku mulai mengenalnya lebih jauh dari sebelumnya dan pada
saat itu juga aku mulai memiliki rasa yang lebih dari sekedar kagum kepadanya.
Pantasnya aku harus tau diri
sebelum memiliki perasaan lebih pada kak Rey, aku bukanlah wanita cantik yang
berkulit putih dan pintar, sedangkan kak Rey adalah laki-laki tampan idaman
wanita-wanita disekolahku, mana mungkin dia tertarik padaku…
Tapi ntah mengapa aku tak
menghiraukan semua itu, aku terlalu keras kepala dan terobsesi dengannya.
Aku bisa dekat dengannya itupun
karena kita satu ekstrakulikuler dan kebetulan menjadi pasangan duet, jika
tidak karena itu, tidak mungkin kita bisa kenal bahkan cukup akrab seperti
sekarang ini.
Waktu penilaian pun tlah tiba, aku
cukup merasa deg-degan, tapi berhasil ku jinakkan, karena aku ingin
menampilkan yang terbaik dan aku gak mau membuat usaha ku dan kak Rey
selama ini sia-sia dan aku juga tak ingin membuat kak Rey kecewa padaku.
Setelah aku dan kak Rey selesai
bernyanyi, tepuk tangannya sungguh meriah dan ibu Wati pun ikut bertepuk
tangan, dapat kulihat dari raut wajah kak Rey bahwa dia sangat senang saat itu.
Aku sangat lega karena akhirnya
bisa menampilkan yang terbaik dan tidak mengecewakan kak Rey.
Setelah penilaian itu selesai, aku
jarang bersama kak Rey, dulu saat akan penilaian hampir setiap hari kami
bersama, karena sepulang sekolah kami selalu latihan, tapi sekarang paling cuma
bertemu diparkir atau dikantin sekolah dan itu hanyalah sekedar menyapa atau
basa-basi biasa saja.
Sekarang aku merasa ada jarak
diantara aku dan kak Rey, kita tidak seakrab dulu lagi. Jika boleh aku minta,
aku ingin bisa seakrab dulu lagi dengannya, tapi kurasa itu mustahil.
Suatu hari, Dinda cerita padaku
tentang banyak yang mengatakan bahwa kak Rey sudah berpacaran dengan teman
sekelasnya yaitu kak Sani. Iya Dinda memang mengatahui bahwa aku menyukai kak
Rey, karena aku pernah cerita padanya tentang hal itu.
Aku memang sudah mendengar cerita
tersebut, tapi aku belum percaya sepenuhnya karena aku pribadi belum pernah
melihat mereka bersama-sama layaknya orang pacaran pada umumnya.
Setelah sekian lama aku mengabaikan
berita tersebut, dan akhirnya suatu hari aku mengetahui kebenarannya.
Saat itu adalah hari jumat, disaat
semua siswa telah pulang aku, Dinda dan teman-teman yang lain masih disekolah
karena harus membuat tugas kelompok. Setelah selesai membuat tugas kelompok,
kami langsung pulang. Aku berjalan ke parkir bersama Dinda, karena kebetulan
kami parkir ditempat parkir yang sama. Setelah sampai ditempat parkir, aku
terkejut, dan aku reflek menghentikan langkahku. Dinda yang pertamanya bingung
karena belum melihat hal itu akhirnya ikut diam tak menyangka akan apa yang
dilihat.
Iya, kami disana melihat kak Rey
dan kak Sani yang sedang ngobrol berduaan. Ternyata cerita yang beredar selama ini
bukanlah sekedar cerita melainkan kebenaran.
Aku tak tau harus apa, kuharap
kalian mengerti bagaimana perasaanku, jika kalian diposisiku aku rasa kalian
akan merasakan hal yang sama, tidak ada orang yang senang jika melihat orang
yang disukainya bersama orang lain.
Aku berusaha melawan perasaanku
saat itu, walau sebenarnya aku ingin pergi saja dari tempat itu, tapi setelah
aku pikir jika aku pergi lalu motorku bagaimana ? dan masak iya aku gajadi
pulang karna ada hal konyol seperti ini ?
Aku dan Dinda melanjutkan
perjalanan menuju motor kami masing-masing, lalu kak Rey melihatku dan berkata,
“Hei sa! Kok baru pulang ?” padahal aku sudah mencoba manghindar tapi tetap
saja dia menyapaku, jadi mau tak mau aku harus menjawabnya, “Iya kak tadi abis
buat tugas kelompok” dan dia menjawa, “Oh, iyaudah hati-hati ya” lalu kujawab, “Iya
kak pasti”.
Sejak saat itu aku benci pada
keadaan dimana aku harus melihat hal yang tidak pernah aku inginkan, aku benci
kepada waktu karena harus mempertemukan ku dengannya, dan aku benci pada diriku
sendiri karena dengan bodohnya aku menaruh perasaan kepada laki-laki yang sudah
jelas takkan mungkin bisa kumiliki. Seandainya dulu aku tidak keras kepala, mungkin aku tidak akan merasakan sakit hati seperti ini, tapi sudahlah itu sudah berlalu, tak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi, "Life Must Go On".
Untuk kak Rey, maaf karena aku
pernah menaruh harapan lebih padamu, ini sungguh diluar kendaliku, aku juga
salah karna pernah berharap kak Rey bisa memiliki perasaan yang sama dengan apa
yang aku rasakan. Sekali lagi, maafkan atas kebodohan perasaanku ini..
Kuharap kak Rey selalu bahagia
dengan kak Sani dan aku berjanji akan melupakan kak Rey dan juga membuang
jauh-jauh perasaan ini. Pesanku hanya satu, jaga kak Sani baik-baik, jangan
sampai dia terluka atau menangis karena ulah kak Rey J
Terimakasih telah pernah memberiku
kesempatan menjadi salah satu wanita beruntung yang bisa dekat bahkan pernah
berduet menyanyi denganmu. Ini akan menjadi salah satu kenangan pahit manisnya
masa putih abu-abuku yang akan aku kenang selama-lamanya.~
Terimakasih telah berkunjung dan terimakasih telah membaca cerpen yang saya buat ini.
Sampai jumpa di blog saya yang selanjutnya^^
Terimakasih telah berkunjung dan terimakasih telah membaca cerpen yang saya buat ini.
Sampai jumpa di blog saya yang selanjutnya^^
Wahh kerenn min
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusWahh kerenn min
BalasHapusmasa putih abuabu memang indah
BalasHapusHarus dikenang :v
HapusKepanjangan v:
BalasHapusIni udah singkat kak :v
Hapus😭❤️
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung kak^^
HapusPenuh kenangan min
BalasHapusManis pahit ya kak
HapusKerennn
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusKeren
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusKisah yang tak terlupakan
BalasHapusAkan selalu dikenang..
HapusKeren
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusKenangannya
BalasHapusAkan selalu dikenang :'
HapusBagus
BalasHapusTerimakasih kak ditay^^
Hapusmed maca
BalasHapusYaudah..
HapusKeren😍
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusMantap👍
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusBagus kak💜
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusAku gak bisa baca, bantuin dong bacainnya min:)
BalasHapusUntung lulus smp ya sist :(
HapusUhuyyy
BalasHapusAhayy^^
HapusIndahnya
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusBlog ter fav💋
BalasHapusTerimakasih kak :*
Hapuswahh keren kak
BalasHapusTerimakasih kak^^
HapusKayak kisah mimin 😂
BalasHapusKisah mimin lebih tragis kak :v
HapusApa itu kak
BalasHapusCerita lah kak-_-
HapusWow
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung kak^^
HapusKeren😍. Diangkat dari kisah pribadi ya min? hehe
BalasHapusTerimakasih kak^^ Kisah mimin lebih tragis kak wkwk :'
HapusTerimakasih kak^^
BalasHapus