Sabtu, 03 Maret 2018

Masa Putih Abu-Abu
Oleh : Rina Dewi Paramitha

Related image

Hai kenalin, namaku Anisa Citra Dewi, kalian bisa manggil aku Anisa
Aku adalah anak remaja kelas 2 SMA yang bersekolah di salah satu SMA ternama didaerahku.
Dalam kesempatan kali ini, aku ingin berbagi sedikit cerita tentang diriku yang sempat menjadi pengagum rahasia laki-laki yang berbeda satu angkatan diatasku, yaitu kelas 3 SMA
Baik langsung saja…
Aku(Anisa) adalah anak remaja SMA yang biasa-biasa saja, tidak begitu cantik seperti teman-temanku, memiliki kulit sawo matang, dan cukup berisi. Aku merupakan pengagum rahasia dari laki-laki yang kulihat di lapangan basket sekolah sore itu. Saat itu dia sedang bermain basket bersama teman-temannya, dan entah mengapa pandanganku terus terarah kepadanya.
Iya, dia memang laki-laki tampan, yang berkulit putih, tinggi dan merupakan salah satu siswa berprestasi disekolahku. Saat itu aku belum mengetahui namanya, karna bagiku itu bukanlah hal yang penting.
Hari senin saat upacara bendera selesai, seluruh siswa tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan upacara, karena akan ada acara penyerahan piala serta piagam bagi siswa/i yang mendapat juara dalam OLYMPIADE bulan lalu.
Setelah beberapa siswa/i maju kedepan untuk menerima piala dan piagam, pembawa acara mengumumkan nama siswa/i terakhir yang dipersilahkan maju kedepan untuk menerima penghargaan tersebut, dan tak terduga, penerima piala dan piagam terakhir itu adalah dia yang kulihat dilapangan basket. Aku terkejut, karena selain tampan ternyata dia pintar juga.
Dan ternyata namanya adalah adalah Reyhan Wijaya atau teman-temannya biasa memanggilnya Rey agar singkat. Dia adalah siswa kelas XII MIPA 1 dan juga merupakan kapten dari tim basket putra disekolahku.
Ntah mengapa semakin hari aku semakin sering melihatnya, dan seperti biasa pandanganku terus menuju padanya.
Hari itu adalah hari sabtu, dan seperti biasa sepulang sekolah semua siswa masih harus mengikuti ekstrakulikuler yang mereka pilih. Kebetulan aku menyukai musik, jadi aku memilih ekstrakulikuler seni musik. Ini adalah pertemuan ketiga ekstra musikku, setelah beberapa kali tidak ekstra karena pembimbingnya ada kegiatan penting.
Sungguh tak kusangka, saat semua siswa sudah berkumpul diruangan musik, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dengan tergesa-gesa sambil mengatakan, “Maaf buk, saya telat” padahal saat itu ekstra belum dimulai.
Aku terkejut, dan berkata dalam hati “Ini bukannya kak Rey ? Dia ikut ekstra musik juga ?” Setelah kutanya temanku Dinda yang duduk bersama denganku disana, ternyata iya benar kak Rey memang mengikuti ekstra musik dan ini merupakan pertemuan ekstranya yang pertama karena dulu dia sibuk dengan kegiatan PORSENI. Pantas saja aku tidak pernah melihatnya saat ekstra.
Setelah beberapa kali ekstra musik, akhirnya aku dan kak rey bisa akrab, dia orangnya baik dan juga menyenangkan, awalnya sih aku kira dia sombong dan tidak mau berteman dengan wanita sepertiku, tapi ternyata penilaianku salah hehe.
Kak Rey pintar dalam bermain gitar dan juga memiliki suara yang indah saat bernyanyi, wanita mana yang tidak jatuh hati saat melihat dia menyanyi, aku rasa semua wanita selalu tersenyum-senyum sendiri saat melihat dia menyanyi, selain suara dan juga iringan gitarnya yang indah, tatapan matanya saat bernyanyi sungguh dalam dan dia sepertinya sangat menjiwai lagu yang dinyanyikannya.
Image result for gambar ilustrasi laki-laki bermain gitar
Saat itu buk Wati akan mengambil nilai nyanyi duet, dan yang memilih pasangannya adalah buk Wati sendiri. Aku sudah pasrah, ntah bersama siapa pasanganku nanti, aku akan menerimanya saja.
Memilih pasangannya dengan cara diundi, nama siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan, dan akan diambil bersamaan nantinya.
Saat diundi, aku adalah nama undian siswa perempuan pertama yang diucapkan oleh buk Wati, lalu selanjutnya disusul dengan nama siswa laki-laki. Sungguh jauh dari bayangan, nama undian siswa laki-laki pertama yang diucapkan oleh buk Wati adalah kak Rey. Aku sungguh terkejut, dan tak menyangka bahwa dia adalah pasangan duet ku nanti. Aku berusaha agar tetap terlihat berekspresi seperti biasanya, walau sebenarnya aku sangat sangat senang!!!
Saat namanya diucapkan setelah namaku, kak Rey melihat kearahku dan tersenyum, lalu kubalas dengan senyum juga. Jujur aku memang sangat senang tapi aku juga merasa agak minder, karena kak Rey memiliki suara yang bagus sedangkan aku biasa-biasa saja.
Karena akan adanya penilaian duet tersebut, secara tidak langsung aku dan kak Rey semakin akrab, karena kami harus selalu latihan agar dapat menampilkan yang terbaik saat penilaian nanti.
Saat-saat latihan itu merupakan saat-saat yang takkan pernah aku lupakan. Kami saling mengajari satu sama lain. Pada saat-saat itulah aku mulai mengenalnya lebih jauh dari sebelumnya dan pada saat itu juga aku mulai memiliki rasa yang lebih dari sekedar kagum kepadanya.
Pantasnya aku harus tau diri sebelum memiliki perasaan lebih pada kak Rey, aku bukanlah wanita cantik yang berkulit putih dan pintar, sedangkan kak Rey adalah laki-laki tampan idaman wanita-wanita disekolahku, mana mungkin dia tertarik padaku…
Tapi ntah mengapa aku tak menghiraukan semua itu, aku terlalu keras kepala dan terobsesi dengannya.
Aku bisa dekat dengannya itupun karena kita satu ekstrakulikuler dan kebetulan menjadi pasangan duet, jika tidak karena itu, tidak mungkin kita bisa kenal bahkan cukup akrab seperti sekarang ini.
Waktu penilaian pun tlah tiba, aku cukup merasa deg-degan, tapi berhasil ku jinakkan, karena aku ingin menampilkan yang terbaik dan aku gak mau membuat usaha ku dan kak Rey selama ini sia-sia dan aku juga tak ingin membuat kak Rey kecewa padaku.
Setelah aku dan kak Rey selesai bernyanyi, tepuk tangannya sungguh meriah dan ibu Wati pun ikut bertepuk tangan, dapat kulihat dari raut wajah kak Rey bahwa dia sangat senang saat itu.
Aku sangat lega karena akhirnya bisa menampilkan yang terbaik dan tidak mengecewakan kak Rey.
Setelah penilaian itu selesai, aku jarang bersama kak Rey, dulu saat akan penilaian hampir setiap hari kami bersama, karena sepulang sekolah kami selalu latihan, tapi sekarang paling cuma bertemu diparkir atau dikantin sekolah dan itu hanyalah sekedar menyapa atau basa-basi biasa saja.
Sekarang aku merasa ada jarak diantara aku dan kak Rey, kita tidak seakrab dulu lagi. Jika boleh aku minta, aku ingin bisa seakrab dulu lagi dengannya, tapi kurasa itu mustahil.
Suatu hari, Dinda cerita padaku tentang banyak yang mengatakan bahwa kak Rey sudah berpacaran dengan teman sekelasnya yaitu kak Sani. Iya Dinda memang mengatahui bahwa aku menyukai kak Rey, karena aku pernah cerita padanya tentang hal itu.
Aku memang sudah mendengar cerita tersebut, tapi aku belum percaya sepenuhnya karena aku pribadi belum pernah melihat mereka bersama-sama layaknya orang pacaran pada umumnya.
Setelah sekian lama aku mengabaikan berita tersebut, dan akhirnya suatu hari aku mengetahui kebenarannya.
Saat itu adalah hari jumat, disaat semua siswa telah pulang aku, Dinda dan teman-teman yang lain masih disekolah karena harus membuat tugas kelompok. Setelah selesai membuat tugas kelompok, kami langsung pulang. Aku berjalan ke parkir bersama Dinda, karena kebetulan kami parkir ditempat parkir yang sama. Setelah sampai ditempat parkir, aku terkejut, dan aku reflek menghentikan langkahku. Dinda yang pertamanya bingung karena belum melihat hal itu akhirnya ikut diam tak menyangka akan apa yang dilihat.
Iya, kami disana melihat kak Rey dan kak Sani yang sedang ngobrol berduaan. Ternyata cerita yang beredar selama ini bukanlah sekedar cerita melainkan kebenaran.
Aku tak tau harus apa, kuharap kalian mengerti bagaimana perasaanku, jika kalian diposisiku aku rasa kalian akan merasakan hal yang sama, tidak ada orang yang senang jika melihat orang yang disukainya bersama orang lain.
Aku berusaha melawan perasaanku saat itu, walau sebenarnya aku ingin pergi saja dari tempat itu, tapi setelah aku pikir jika aku pergi lalu motorku bagaimana ? dan masak iya aku gajadi pulang karna ada hal konyol seperti ini ?
Aku dan Dinda melanjutkan perjalanan menuju motor kami masing-masing, lalu kak Rey melihatku dan berkata, “Hei sa! Kok baru pulang ?” padahal aku sudah mencoba manghindar tapi tetap saja dia menyapaku, jadi mau tak mau aku harus menjawabnya, “Iya kak tadi abis buat tugas kelompok” dan dia menjawa, “Oh, iyaudah hati-hati ya” lalu kujawab, “Iya kak pasti”.
Sejak saat itu aku benci pada keadaan dimana aku harus melihat hal yang tidak pernah aku inginkan, aku benci kepada waktu karena harus mempertemukan ku dengannya, dan aku benci pada diriku sendiri karena dengan bodohnya aku menaruh perasaan kepada laki-laki yang sudah jelas takkan mungkin bisa kumiliki. Seandainya dulu aku tidak keras kepala, mungkin aku tidak akan merasakan sakit hati seperti ini, tapi sudahlah itu sudah berlalu, tak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi, "Life Must Go On".
Untuk kak Rey, maaf karena aku pernah menaruh harapan lebih padamu, ini sungguh diluar kendaliku, aku juga salah karna pernah berharap kak Rey bisa memiliki perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan. Sekali lagi, maafkan atas kebodohan perasaanku ini..
Kuharap kak Rey selalu bahagia dengan kak Sani dan aku berjanji akan melupakan kak Rey dan juga membuang jauh-jauh perasaan ini. Pesanku hanya satu, jaga kak Sani baik-baik, jangan sampai dia terluka atau menangis karena ulah kak Rey J
Terimakasih telah pernah memberiku kesempatan menjadi salah satu wanita beruntung yang bisa dekat bahkan pernah berduet menyanyi denganmu. Ini akan menjadi salah satu kenangan pahit manisnya masa putih abu-abuku yang akan aku kenang selama-lamanya.~


Terimakasih telah berkunjung dan terimakasih telah membaca cerpen yang saya buat ini.
Sampai jumpa di blog saya yang selanjutnya^^